Senin, 09 Mei 2016

Jailolo, spot snorkeling yang asik punya



Jailolo memiliki alam bawah laut yang memesona. Di sekitarnya pun banyak spot snorkeling dan diving yang keren, seperti di Pulau Babua dan Pasitufiri.

Bali dan Lombok mungkin sudah tidak asing lagi di telinga traveler. Bahkan beberapa mengaku bosan dan ingin mencari spot baru untuk bertualang. Nah, Jailolo bisa jadi salah satu pilihan bagus.



Jailolo merupakan Ibukota Halmahera Barat. Kota ini punya banyak sebutan, di antaranya Teluk Jailolo, Kabupaten Jailolo dan sering juga ditulis Gilolo dalam literatur Barat yang merupakan salah satu kerajaan di Maluku. Jailolo memiliki pesona tersembunyi berupa keindahan laut dan pegunungannya yang hijau.




Untuk mencapai Jailolo, traveler harus menyeberang terlebih dulu dari Resident Bridge atau bisa juga dari Pelabuhan Dufa-dufa menuju Pelabuhan Jailolo dengan menggunakan speedboat. Lama perjalanan memakan waktu sekitar 30 menit. Sekali menyeberang, wisatawan dikenakan tarif sebesar Rp 50 ribu
Selama perjalanan menuju Pelabuhan Jailolo, mata akan dimanjakan dengan birunya laut Halmahera serta angin yang sejuk. Selain itu, tampak pula beberapa gunung yang menjulang tinggi di kejauhan.

Nah, Teluk Jailolo ini memiliki beberapa spot diving dan snorkeling. Beberapa di antaranya adalah Pulau Babua dan Pulau Pasitufiri. Keduanya menawarkan keindahan bawah laut yang bikin betah.

Untuk mencapai pulau-pulau tersebut, traveler harus menyeberang dengan menggunakan speedboat selama 30 menit. Harga sewa speedboat yang dikenakan juga bervariatif antara Rp 800 ribu-3 juta.





Pulau Pasitufiri dikelilingi oleh karang-karang kecil berwarna putih. Bagi traveler yang masih pemula untuk urusan snorkeling dan diving, maka direkomendasikan ke Pulau Pasitufiri.

Sedangkan untuk mereka yang ingin menikmati pengalaman snorkeling yang lebih menantang dan ingin menikmati Walking Sharp maka direkomendasikan ke Pulau Babua.

Harga diving dibanderol sekitar Rp 1,6 juta perhari untuk 3 spot. Perbedaan harga juga diberlakukan untuk turis lokal dan mancanegara. Khusus turis asing, ada tambahan 20% dari harga total. Harga tersebut tidak termasuk tambahan sewa alat full set sebesar Rp 150 ribu dan tabung oksigen Rp 50 ribu.




Pengalaman snorkeling dan diving di Jailolo pastinya seru dan tak terlupakan. Namun, traveler juga harus sedikit berkorban karena sinyal handphone yang cukup susah di sana. Nah, sudah siap berpetualang ke Teluk Jailolo?

sumber: http://travel.detik.com

Ke Jailolo naik apa? Ini tipsnya

Dari Jakarta sebagai ibu kota negara, Jailolo bisa ditempuh melalui jalur udara dan jalur laut. Pertama-tama adalah (1) naik pesawat menuju Ternate, ibu kota Maluku Utara.

Pesawat yang melayani rute Jakarta-Ternate antara lain Garuda, Lion Air, dan Sriwijaya. Rute tersebut tersedia setiap hari yaitu sebanyak 9 kali dalam sehari. Harga tiket mulai dari Rp 1,3 juta. Namun, bisa saja mendapatkan harga lebih murah untuk tiket promo.

Lama perjalanan dari Bandara Soekarno Hatta Cengkareng ke Bandara Sultan Babullah (Ternate) sekitar tiga setengah jam untuk penerbangan langsung. Ada perbedaan waktu dua jam antara Jakarta dan Ternate. Selain melalui Jakarta, bisa juga melalui Makassar.

Setelah itu (2) perjalanan dilanjutkan dari Bandara Sultan Babullah menuju Pelabuhan Dufa-dufa. Untuk menuju pelabuhan ini bisa dengan menyewa mobil, naik taksi, maupun ojek.

Setelah itu, (3) dari Pelabuhan Dufa-dufa perjalanan ke Pelabuhan Jailolo menggunakan kapal cepat dengan tarif Rp 50.000 per orang. Perjalanan mengarungi laut sekitar satu jam. Selain dengan kapal cepat, bisa juga dengan kapal kayu. Selama di Jailolo, bisa naik becak motor atau bentor, angkutan umum, maupun ojek.

sumber: http://travel.kompas.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar